Entah kenapa beberapa hari ini tiba-tiba saya dipertemukan pada momen-momen yang mengajak untuk mengingat orang tua.

Kemarin saya bertemu masakan daun ubi saat makan di sebuah warung makan. Momen tersebut seketika mengingatkan saya kepada Mama', begitu biasa kami memangginya, dan masakan sayur daun ubinya.

Dan hari ini, saya bertemu sebuah momen yang kali ini mengajak untuk mengingat sosok Bapak.

Ketika berkunjung ke rumah teman yang tergeletak di rak bukunya. Buku itu berjudul 'Cinta di rumah Hasan al-Banna'. Buku kecil yang berkisah tentang peranan orang tua dalam pendidikan anak. Usai membaca sekilas, saya minta izin untuk meminjamnya untuk beberapa hari.

Saat ini saya masih suka membawa dan membaca buku di atas bis antar jemput ke tempat kerja. Untuk mengisi waktu selama perjalanan pergi dan pulang itulah saya beberapa kali berhasil menghabiskan buku.

Keberhasilan menamatkan buku saat ini adalah sebuah kemewahan. Karena sepulang dari tempat kerja, kadang sudah cukup lelah untuk buka buku. Mungkin ini alasan yang cukup masuk akal untuk tidak mengakui kemalasan saya membaca buku saat ini.

Buku ini berkisah tentang seorang tokoh pergerakan dunia Islam, Hasan al-Banna. Bagaiman dia mendidik putra-putrinya. Tak bisa saya bayangkan, dia tentu begitu banyak agenda dalam aktivitas pergerakan berskala dunia. namun masih memiliki waktu yang indah untuk anak-anak dan keluarganya. Dia sukses mendidik keluarganya. Dan dalam waktu yang bersamaan, tampil menjadi pendidik, panutan dan inspirasi banyak orang.

Selama menikmati buku karya M. Lili Nur Aulia ini, ada sebersit rasa suka cita. Rasanya kepingan-kepingan nuansa cinta itu juga pernah hadir dalam rumahku, walau tak sama persis. Namun saya begitu bersyukur menjadi anak dari seorang bapak dan kurasakan betapa aku telah dididiknya dan terasa hingga hari ini. Demikian juga peran Mama' tentunya.

"Bapak, semoga kelak saya juga bisa menjadi sosok ayah seperti Hasan al-Banna. Atau minimal nuansa apa yang kau didikkan kepada kami dulu, bisa kuhadirkan pula kelak. Kelak dirumah cinta." batinku dalan hati.

Batam, 11 Maret 2008

← Kembali ke semua tulisan