
Tanggal 29 Oktober tahun ini bertepatan dengan hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442H/2020M. Biasanya setiap masjid di perumahan-perumahan di Batam mengadakan kegiatan pengajian atau semacamnya untuk memperingati Maulid Nabi SAW.
Di perumahan kami juga dilaksanakan kegiatan pengajian yang serupa. Kali ini dilaksanakan di lapangan salah satu Fasum yang tempatnya lebih terbuka. Tahun-tahun sebelumnya biasanya dilaksanakan di Masjid saja.
Dalam masa Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya dengan memakai masker saat hadir dalam kegiatan dan pemilihan lokasi di tempat terbuka.
Sejenak saya teringat sebuah film berjudul Rindu Kami Padamu (2004) karya sutradara terkenal Garin Nugroho. Film ini memakai lagu Rindu Rasul sebagai original sound track-nya. Lagu ini dipopulerkan oleh group legendaris Indonesia, Bimbo. Lagu ini sangat identik dengan Bimbo selain lagu Sajadah Panjang dan Tuhan.
Awalnya saya pikir film ini akan bercerita tentang nuansa religi dan islami yang kental. Namun sang sutradara mengambil sisi lain tentang makna rindu secara manusiawi. Dengan setting film di sebuah pasar tradisional di kota Jakarta, beberapa tokoh ditampilkan secara bergantian dengan masing-masing permasalahannya.
Ada Pak Haji Arief (Didi Petet) yang mesjidnya belum punya kubah karena kekurangan dana. Ada suami (Jaja Miharja) yang ditinggal istri karena kelakuannya yang buruk, dan berusaha menjadi baik dengan mengabdi di masjid, tetapi juga punya persoalan dengan anak perempuannya yang masih bocah dan sangat nakal bernama Asih (Putri Mulia). Gadis kecil yang selalu menghalau setiap orang mengisi sejadah kosong disamping kanannya untuk memberi ruang kepada ibunya yang entah kemana.
Ada janda pemilik warung. Ada gadis cantik yang lari dari rumah, karena tak dihiraukan ayahnya. Ada gadis bisu tergagap-gagap bila berbicara, dan senang melukis. Ada gadis pekerja yang kos di salah satu rumah di wilayah itu, yang diam-diam ditaksir oleh salah satu pedagang telur bernama Seno (Fauzi Baadilla) yang punya adik nakal bernama Bimo (Sakurta Ginting). (Wikipedia)
Di akhir film, sekali lagi lagu Rindu Rasul mengiringi fragmen datangnya kubah untuk mushollah kecil yang menutup kisah film ini. Bersamaan dengan terobatinya rindu masing-masing tokoh terhadap apa yang telah lama hilang.
Terkait lagu Rindu Rasul diatas, syair lagu ini diangkat dari puisi karya Taufik Ismail dengan judul yang sama.
Dalam buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, Taufiq Ismail menceritakan efek lagu Rindu Rasul saat dilantunkan. Iin Parlina yang merupakan penyanyi grup musik Bimbo, mengaku sering tergetar hatinya akan kekuatan lirik tersebut.
Berikut penuturan sang penyair.
Setiap Iin di panggung membawakan Rindu Rasul, sesudah menyanyi satu dua bait, dia lalu membelakangi penonton. Dia menitikkan air mata. Selepas pentas, saya (Taufiq Ismail -Red) bertanya kepadanya, kenapa. Jawabnya, “Nggak tahan Bang. Saya selalu menangis.”
Saya tidak pernah bilang pada Iin, ketika petikan gitar intro Rindu Rasul dimulai, saya selalu juga menitikkan air mata. Biasanya sampai selesai.
Lirik lagu tersebut memang saya niatkan sebagai shalawat pada Junjungan kita itu. Semoga begitu pula para pendengar dan pemirsa pementasannya ikut bershalawat Rasul.
Mudah-mudahan membangun suasana Ilahiah secara bersama-sama, menjadi bentuk ibadah yang bersahaja yang sampai ke pangkuan-Nya. (republika)
Berikut ini syair lagu Rindu Rasul tersebut.
Lagu: Bimbo/ Lirik: Taufik Ismail
Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Cinta ikhlasmu pada manusia
Serasa dikau di sini
Bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja
Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini
Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja
Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini
Semoga Pandemi Covid-19 segera berlalu dan semua aktivitas masyarakat bisa berlangsung dengan normal kembali. Walaupun mungkin akan ada kebiasaan dan penyesuaian baru yang menjadi prosedur tambahan setelah berlalunya masa pandemi.
Batam, 31 Oktober 2020
Bacaan:
id.wikipedia.org
republika.co.id
← Kembali ke semua tulisan