Air matanya menitik. Aku tak tahu sebabnya.

Ketika itu...
Beberapa hari belakangan ada suara-suara miring yang terdengar dari candaan teman-teman tentang aktivitas siyasi mereka. Ada yang berpandangan sepak terjang mereka terlalu agresif dan menghawatirkan kedekatan yang berlebihan dengan seorang tokoh. Mungkin yang lain mempermasalahkan, namun dia tetap yakin akan keikhlasan aktivitas itu. Yang lain mungkin menanggap terlalu jauh, namun dia tetap berusaha ikhlas.

Hari itu tiba-tiba dia terdiam dan ada titik air mata mengalir. Kami terdiam dan semua tak kuasa untuk tidak larut dalam haru itu.

Sahabat, kutahu betapa engkau cinta jalan perjuangan itu. Dan kutahu engkau saat ini masih menapak jalan itu. Dan hari ini aku betul-betul yakin.

(1 message received)
Berlari menuju Allah dengan bekal takwa dan amal ukhrawi serta sabar berjihad karena Allah...Semua bekal terancam musnah kecuali takwa, kebajikan dan petujuk..Tetap semangat akhi!
(Andu)

Semoga kita bisa jumpa lagi, menguatkan persaudaraan kita lagi.
Uhibbukum fillah ya akhi
Abdul Rahim Farisi fii Kendari...← Kembali ke semua tulisan